FAQ

Pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai COVID-19.


A. Sebenarnya apa sih Covid-19 itu?

Coronavirus itu merupakan keluarga besar virus yang dapat menyerang manusia dan hewan. Nah, pada manusia, biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan, mulai dari flu biasa hingga penyakit serius, seperti MERS dan SARS.

Covid-19 sendiri merupakan coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia di daerah Wuhan, Provinsi Hubei, China pada tahun 2019.

Maka dari itu, Coronavirus jenis baru ini diberi nama Coronavirus Disease-2019 yang disingkat menjadi Covid-19.


B. Apa saja gejala Covid-19?

Gejala Covid-19 ini pada umumnya berupa:
- Demam 38°C
- Batuk kering
- Sesak nafas

Nah, kalau kamu habis berpergian dan 14 hari kemudian mengalami gejala ini, segera ke Rumah Sakit rujukan untuk memeriksakan diri kamu lebih menyeluruh. Oh ya, saat ke Rumah Sakit, jangan menggunakan transportasi umum ya.

Kenapa? Untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas.  

Bisa hubungi 112 / 223333 atau Datang Langsung ke Faskes (Puskesmas, Klinik) terdekat untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.


C. Bagaimana cara melindungi diri?

Yang dapat kamu lakukan dalam melindungi diri sendiri adalah dengan cara:

  • Rajin-rajin cuci tangan dengan sabun! Jangan lupa! Sebelum makan, setelah dari toilet, setelah memegang binatang, atau setelah berpergian.
  • Ketika batuk atau bersin jangan lupa untuk menutup mulut dan hidung kamu, ya. Pakai tissue, saputangan, atau lipatan siku.
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala Covid-19
  • Hindari kerumunan
  • Jangan lupa untuk jaga jarak lebih dari 1 meter  antar kamu dan orang-orang di sekitarmu (social distancing)

 

D. Bagaimana cara melindungi orang lain?

Yang bisa kamu lakukan untuk melindungi orang-orang terdekatmu dari Covid-19, yaitu:

  • Saat kamu batuk atau bersin, jangan lupa untuk menjauh dan menutup mulut serta  hidung kamu dengan tissue, saputangan, atau lipatan siku.
  • Segera membuang tisu atau masker yang telah kamu gunakan ke tempat sampah.
  • Jangan lupa untuk merobek masker yang telah digunakan ya, untuk mencegah penggunaan ulang masker.
  • Jangan lupa untuk mencuci tanganmu dengan sabun setelah batuk atau bersin.
  • Jangan meludah disembarang tempat
  • Segera menghubungi Rumah Sakit rujukan bila orang terdekatmu mengalami gejala Covid-19 dengan menghubungi 112 / 223333 atau Datang Langsung ke Faskes (Puskesmas, Klinik) terdekat

 

E. Masker perlu gak sih?

Baik yang sakit maupun yang sehat, harus mengenakan masker apabila harus keluar rumah.

Bagi kamu yang masih merasa khawatir dan tidak memiliki masker, alternatif yang dapat kamu lakukan adalah dengan menggunakan kain. Jangan lupa untuk selalu mencuci kain yang dijadikan masker.


F. Rumah Sakit Rujukan Covid-19.

Rumah Sakit Rujukan di wilayah Bali : klik disini

 

G. Istilah dalam Corona Virus Disease (Covid-19)

  • ODP (Orang Dalam Pemantauan) 
  • PDP (Pasien Dalam Pengawasan)
  • Suspeck (diduga terkena Virus karena sudah menunjukkan gejala dan pernah berkontak atau bertemu dengan Orang yang Positif Corona)
  • Positif (setelah melalui Cek Laboratorium dan Prosedur lain )
  • Lockdown mengunci masuk keluar dari suatu Wilayah/Daerah/Negara
  • Social Distancing Menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar Manusia, menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak Orang.
  • Isolasi Untuk yang Sakit mengendalikan Penyebaran Penyakit dengan membatasi perpindahan Orang (mencegah perpindahan Penyakit  dari Orang yang Sakit)
  • Karantina Untuk yang Sehat,  Mengendalikan Penyebaran Penyakit dengan membatasi perpindahan Orang (mencegah perpindahan Penyakit  ke Orang yang Sehat)
  • Work From Home (WFH) Bekerja dari Rumah
  • Imported Case Seseorang terjangkit saat berada diluar Wilayah dimana Pasien melapor. 
  • Local Transmission Pasien tertular diWilayah dimana Kasus ditemukan.
  • Epidemi Penyebaran Penyakit secara Cepat dengan jumlah terjangkit Banyak dan tidak Normal, Penyebaran disuatu Wilayah.
  • Pandemi Penyebaran terjadi secara Global.

 

H.  Apa itu PKM?

PKM merupakan pembatasan kegiatan dan interaksi masyarakat sesuai dengan protocol kesehatan, seperti pelaksanaan kegiatan belajar cukup dari rumah, pembatasan kegiatan bekerja di kantor, pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah, kegiatan social dan budaya, pembatasan kegiatan di tempat umum termasuk pembatasan belanja di pasar (belanja dari rumah), serta pembatasan moda transportasi dan mobilisasi masyarakat. Jika terdapat kepentingan mendesak dan harus keluar rumah wajib untuk menggunakan masker, menjaga jarak, dan menerapkan perilaku hidup bersih.

 

I. Apa tujuan pelaksanaan PKM?

Pembatasan Kegiatan Masyarakat merupakan salah satu upaya yang ditempuh oleh Pemerintah Kota Denpasar bertujuan untuk mencegah  meluasnya penularan Virus Corona Covid-19. Dengan adanya pembatasan aktifitas masyarakat diharapkan dapat mengurangi terjadinya kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan massa yang berpotensi terjadi penularan virus. 

 

J. Pembatasan seperti apa yang dilaksanakan?

Pada pelaksanaanya, PKM di Kota Denpasar masih  memperbolehkan kegiatan dan tempat usaha masyarakat (restaurant, tempat makan, dll) diperbolehkan untuk tetap beroperasi dengan diberlakukan pembatasan jam operasional sampai pukul 21.00 Wita serta tetap menerapkan social/physical disatancing dan protocol kesehatan. Namun pengecualian untuk bioskop, diskotik, bar, karaoke, panti pijat, tempat hiburan sejenis, lapangan umum serta fasilitas umum sejenis dan tempat wisata wajib menutup sementara usahanya selama penerapan PKM. 
Untuk tempat usaha/kantor yang menjadi kunjungan masyarakat dihimbau selalu menerapkan protocol kesehatan di antaranya: karyawan dan pengunjung wajib menggunakan masker, mengatur jarak di dalam tempat usaha, melakukan desinfeksi secara berkala, menyiapkan alat pengukur suhu tubuh, menyediakan perangkat sanitasi, hand sanitizer/sabun dan wastefel di pintu masuk. 

Selain itu juga dilaksanakan pembatasan moda trasnportasi dan atau transportasi umum kecuali yang terkait pemenuhan kebutuhan pokok dan kesehatan, distribusi bahan baku industry manufaktur dan assembling, keperluan ekspor dan impor, keperluan distribusi barang kiriman, angkutan bus jemputan karyawan tempat usaha, layanan kebakaran, layanan hukum dan ketertiban serta layanan darurat, dan operasi pelabuhan untuk pergerakan kargo, bantuan evakuasi dan organisasi operasional terkait. Pada moda transportasi dan trasnportasi umum diberlakukab pembatasan jumlah orang paling banyak 50% dari kapasitas angkutan, pembatasan jam operasional serta penerapan physical distancing dan protocol kesehatan.

 

K. Bagaimana peraturan terkait aktifitas masyarakat keluar-masuk Kota Denpasar?

Bagi seluruh masyarakat yang melewati dan atau memasuki kawasan Kota Denpasar wajib membawa identitas diri berupa KTP serta surat keterangan seperti:

  • Surat tugas/jalan/keterangan kerja dari pelaku usaha
  • Surat Keterangan (Suket) usaha/mandiri/wirausaha dari Satgas Desa/Lurah (kaling, kadus)
  • Para pekerja sector informal dapat mencari suket kerja dari Satgas Desa/Lurah

Bagi yang tidak berkepentingan berkunjung ke Denpasar, tanpa tujuan dan urgensi yang memadai diarahkan untuk kembali ke tempat asal/tinggal. 

Bagi masyarakat yang berkepentingan/bekerja/mempunyai urgensi untuk datang ke Denpasar dengan bukti yang memadai akan diizinkan lewat dengan tetap mematuhi protocol kesehatan seperti; wajib memakai masker, selalu menjaga jarak, menghindari kerumunan/keramaian dan kegiatan yang berpotensi menimbulkan massa. 
 

Terima kasih sudah mampir ke pusat informasi Covid-19 Kota Denpasar. Jaga kesehatan selalu. Jangan lupa rajin cuci tangan dengan sabun, makan-makanan yang sehat dan teratur,  serta menggunakan masker bila kamu sedang merasa tidak enak badan.

Jangan lupa juga untuk jaga jarak aman lebih dari 1 meter. Ayo kita cegah penyebaran Covid-19 lebih luas.

Untuk informasi lebih lanjut dapat kunjungi https://covid19.denpasarkota.go.id

 

* Update per 14 Agustus 2020

Apakah anda mendapatkan informasi yang jelas tentang penanganan Covid-19 di Kota Denpasar melalui website ini?