Antisipasi Klaster Pasar, Satgas Pemogan Gencarkan Rapid Test ke Pedagang Pasar Windu Boga

  • 27 Juni 2020
  • Oleh: Covid 19
  • Dibaca: 149 Pengunjung

Denpasar, baliilu.com  – Untuk mengantisipasi terjadinya klaster pasar terkait penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), jajaran Pemerintah Desa Pakraman Pemogan, Denpasar Selatan menggelar dua sesi rapid test kepada pedagang Pasar Windu Boga, Desa Pemogan.

Pada Jumat (26/6), sebanyak 33 pedagang dites rapid,  hasilnya 1 orang reaktif dan sudah diambil tindakan selanjutnya yaitu langsung dites swab. Sementara pada Sabtu (27/6) pagi kembali digelar tes rapid lanjutan kepada 48 pedagang Pasar Windu Boga, Desa Pemogan dengan hasil tes menunjukkan semuanya non-reaktif.

Perbekel Desa Pakraman Pemogan Made Suwirya mengatakan, palaksanaan rapid test sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di pasar rakyat, karena belakangan ini banyak pedagang di pasar rakyat yang terpapar Covid-19. Mudah-mudahan dengan pelaksanaan rapid test ini, dan hasilnya sudah diketahui para pedagang serta pengunjung tidak merasa was-was lagi ke pasar, dan masyarakat pada umumnya ke depannya lebih disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 telah dianjurkan pemerintah melalui sosialisasi protokol kesehatan dan program strategis terus-menerus,” ujar Made Suwirya.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan program strategis Pemkot Denpasar yang bersinergi dengan seluruh stake holder terkait memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan sosialisasi protokol kesehatan  serta melakukan tes baik rapid test maupun swab berbasis PCR.

‘’Selain itu juga membantu masyarakat yang terdampak Covid baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan berbagai bantuan baik sembako, BLT maupun APD,” ujar Dewa Rai.


  • 27 Juni 2020
  • Oleh: Covid 19
  • Dibaca: 149 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

* Update per 14 Agustus 2020

Apakah anda mendapatkan informasi yang jelas tentang penanganan Covid-19 di Kota Denpasar melalui website ini?