Desa Dauh Puri Kauh Lakukan Sosialisasi Pergub dan Perwali Protokol Kesehatan

  • 13 September 2020
  • Oleh: Covid 19
  • Dibaca: 88 Pengunjung

Denpasar – Sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 yang kini semakin meningkat, Desa Dauh Puri Kauh mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 48 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) dalam Tatanan Kehidupan Era Baru yang dilaksanakan di Desa Dauh Puri Kauh pada Sabtu malam (12/9).

Sosialisasi yang dilaksanakan di sekitar wilayah Dauh Puri Kauh itu menyasar warga yang melanggar protokol kesehatan. Selain itu, sosialisasi ini juga menyasar para pelaku usaha dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi kerumunan warga.

Perbekel Desa Dauh Puri Kauh I Gst Made Suandhi saat dikonfirmasi Minggu (19/9) mengatakan, sosialisasi ini dilaksanakan dalam wujud menindaklanjuti Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 48 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Kota Denpasar.

Adapun tim yang turun, yakni Satgas Solidaritas dan Gotong Royong sebanyak 7 orang, Linmas 6 orang, relawan desa 5 orang, Babinsa dan Babinktibmas dengan sasaran sosialisasi para pelaku kegiatan usaha yang meliputi rumah makan, pertokoan, tempat hiburan, komunitas masyarakat dan pedagang kaki lima.

Sosialisasi dilaksanakan sesuai dengan Perwali 48, yakni penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di Denpasar. Yang mana kegiatan dimulai dari pukul 20.30 s/d 24.00 Wita.

Dari hasil pemantauan masih ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku kegiatan usaha, seperti jarak tempat duduk di rumah makan tidak sesuai dengan amanat perwali. Serta kerumunan masyarakat yang bahkan banyak yang datang dari luar wilayah desa kami terutama di sepanjang Jalan Teuku Umar. Dari desa belum ada memberi sanksi dan pelanggaran sudah kita catat dan selanjutnya akan kita koordinasikan dengan Satpol PP Kota Denpasar untuk nantinya dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.


  • 13 September 2020
  • Oleh: Covid 19
  • Dibaca: 88 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

* Update per 18 September 2020

Apakah anda mendapatkan informasi yang jelas tentang penanganan Covid-19 di Kota Denpasar melalui website ini?